Cerita Sex ML Bersama Pengawai
Cerita Sex ML Bersama Pengawai

Cerita Sex ML Bersama Pengawai Distro DI Ruang Ganti

Posted on

Cerita Sex – kisah Dewasa ini menceritakan skandal sex dari seorang pemuda dengan pegawai distro, dimana hubungan sex itu dilakukan dikamar ganti distro tersebut.

Cerita Sex ML Bersama Pengawai

Pasang Iklan Pasang Iklan

ng hari itu aku berangkat sendirian ke distro itu. Di distro itu model baju, celana, maupun merchandisenya memang sangatlah up to date sekali. Sebagai pria yang masih berusia 23 tahun tentunya aku selalu mengikuti mode yang sedang berkembang. Oh iya sebut saja namaku Ridwan.

Jarak rumahku dari distro itu tidak terlalu jauh sih, cukup 15 menit perjalananan juga udah sampai kalau naik motor. Pegawai disana sudah akrab sekali denganku. Kebetulan sekali 2 pegawai disana cewek semua, mereka bernama Rani dan Irma. Mereka berdua memang pantas sekali sebagai penjaga distro, selain mereka cantik, mereka juga modis sekali.

Usia Rasti dan Moza dibawahku 2 tahun. Siang itu setelah beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya aku-pun sampai juga di distro itu. Segera aku parkirkan motorku lalu segeralah aku masuk di distro yang ber AC itu, Wuihhh adem benerrr, hhe….,

“ Siang  Mas Ridwan, wah makin keren aja nih penampilanya, kita ada baju dan celana model baru nih, mau lihat nggak, ” ucap Rasti menawarkan produk baru.

“ Boleh mana coba lihat, Oh iya eh kog sendirian sih kamu, emangnya Moza kemana??, ” tanyaku.

“ Ouh dia lagi sakit Mas, dia ijin hari ini Mas, ” jelasnya.

“ Ouh gitu yah, jadi kamu sendiri dong Ras, ” ucapku basa-basi.

“ Nggaklah, kan sekarang ada Mas Ridwan yang nemenin aku… Weeeekkkk…, ” ucapnya menggodaku.

“ Hhahaha… bener juga yah kamu, pinter banget jawabnya. Yaudah mana coba aku lihat celana sama bajunya !!!, ” ucapku.

“ Iya bentar ya Mas saya ambilkan, udah sana mas tunggu dikamar ganti ajah, lagian aku udah hafal kog ukuran baju dan celana mas Ridwan, hhe…, ” ucapnya.

“ Okey Rasti cantik, you’re the best employee deh pokoknya, hhe… yaudah aku tunggu dikamar ganti yah, ” ucapku.

“ Iya Mas, ” jawabnya lalu pergi mengambil barang.

Aku-pun menuju kamar ganti distro itu. Distro itu kebetulan sangat sepi sekali, maklumlah aku kesananya ketika jam kerja. Biasanya kalau udah sore atau malam pasti distro itu ramai sekali. Bangunananya mungil, namun barangnya bisa dikatakan komplit. Kamar ganti itu berukuran 1,5 x 1,5 meter dan letaknya dipojok Distro itu.

Walaupun distro itu ramai namun entah mengapa distro itu tidak mau memasang cctv, padahal itukan penting banget. Tapi yasudahlah mungkin itu udah jadi kebijakan ownernya. Beberapa menit aku menunggu dikamar ganti sembari berkaca. Memang sih jika aku melihat-lihat diriku, semkain hari semakin ganteng dan gaul aja, hhe.

Udah gitu kegantenganku didukung dengan tubuhku yang atlestis dan putih. Tinggiku 175 cm dan berat badanku 70 kg. bisa dibayangkankan aku seperti apa, hhe. Tidak lama setelah itu tiba-tiba saja Rasti sudah ada dibelakangku,

“ Udah mas nggak usah kebanyakan ngaca, nanti tambah ganteng loh, kalau gantengnya nambah bisa-bisa Rasti klepek-klepek sama mas Ridwan, hhaa, ” ucapnya dengan entengnya.

“ Biarin aja sih Ras, Misalnya kalau kamu suka sama aku beneran itu nggak masalah sih, toh kamu juga cantik, modis, dan sexy.. hhe… cowok mana sih yang nggak mau sama kamu,hhe…, ” ucapku menggombalinya.

Memang sih Rasti ini cantik,modis dan sexy. Bayangin aja nih, tinggi badanya kira-kira 167 cm, berat badan 60 kg, udah gitu pantat dan toketnya memel banget bray. Memel alias montok, beuh… apa nggak kayak model tuh bodynya. Sayang aja nasib dia cuma jadi pegawai distro. Lanjut ke obrolan,

“ Ah mas Ridwan bisa aja deh, Iya kalau cowok lain memang banyak yang suka, tapi kalau mas Ridwan mana mungkin suka sama aku, hha…, ” ucapnya terus merendah.

Kayaknya Rasti benar-benar suka deh sama aku, kesempatan banget nih, mumpung distro sepi dan cuma ada kami berdua, fikirku saat itu. Aku yang yakin 100 persen dia tidak akan menolak jika aku apa-apakan, langsung saja dia aku tarik tangannya hingga dia masuk kedalam kamar ganti. Tanpa basa basi langsung saja aku kecup bibirnya,

“ Eummmmmmmmmmmmmmmmm…, ”

“ Mas, kamu mau nga………………, ”

Belum selesai dia berbicara aku sudah melumati bibirnya. Dia yang tadinya nampak akan sedikit protessaat itu niatnya diurungkan. Tanpa banyak protes dia langsung membalas ciumanku dengan brutalnya. Dia lumati bibirku seperti macan yang sedang melumat mangsanya. Tidak aku sangka ternya Rasti nafsunya besar sekali.

Aku-pun mengimbangi ciumannya itu. Tak lupa saat itu pintu kamar ganti aku tutup sembari kami berciuman,

“ Ceklek…, ” suara slot pintu yang aku kunci.

Kami berciuman dengan hebatnya didalam kamar ganti itu. Rasti dan aku sudah tidak perduli jika saat itu ada orang yang berbelanja. Aku yang juga mempunyai nafsu besar, saat itu sungguh merasa senang. Pada akhirnya aku menemukan wanita yang nafsu sexs-nya berimbang denganku. Kami saling melumat bibir kami dengan bergantian.

Nonton Bokep Online : Pesta Sex Pelajar Jepang Ketika Guru Sedang Absen Mengajar

Lidah kami saling beradu didalam mulut kami dan sesekali kami saling menyedot lidah kami secara bergantian. Dalam kamar ganti distro itu kami bercumbu dengan hebatnya. Cukup lama kami bercumbu sembari meraba-raba tuvuh kami. Aku meraba payudara Rasti dari luar baju ketatnya, Rasti yang tidak mau kalah, saat itu dia juga meremas-remas penisku dari luar celanaku.

Kami berdua terbakar dalam gairah sex yang luar biasa intimnya.  Penisku tegak berdiri, rasanya duah tak sabar lagi aku merasakan nikmatnya himpitan vagina Rasti yang bertubuh sintal itu. Sembari berciuman aku mencoba melepas kancing celana Rasti. Saat aku coba membuka, tiba-tiba saja tanganya menghempaskan tanganku.

Siallll… kayaknya nggak mau kesentuh nih bagian bawahnya, ucapku dala hati sembari terus berciuman. Dan apa yang terjadi, ternyata dia membuka celananya sendiri, wow… nice. Tak hanya celana panjangnya saja yang diepas, saat itu dia juga melepas celana dalamnya. Belum selesai aku mengagumi itu, tiba-tiba dia menghentikan ciuman kami,

“ Kayak ginikan yang mas Mau dari aku, Oke fine, aku bakal kasih semua buwat Mas, ” ucapnya sembari melepas semua pakaian dan dalemanya.

Gilak nih cewek nekat juga yah, nggak nyangka tubuh Rasti bisa semudah ini untuk aku nikmati, Ulalala, mantap. Aku Benar-benar terkejut dibuatnya, Sesaat aku memandangi tubuh Rasty yang memnag benar-benar sintal dan putih mulus. Sesuai perkiraanku, memeknya tembem, dan payudaranya kayak kue apem,hha. Mantap cuy.

“ Mas… ayo dong sentuh tubuh aku!!!, ” ucapnya sembari menyentuhkan tanganku pada payudaranya.

“ O… iii… ii iya Ras,aku bugil sekalian yah biar kita adil, hhe.., ” ucapku.

Dengan cepatnya aku melepas semua pakaian dan celana dalamku, akhirnya akupun bugil dan kami-pun menjadi adil, hhe. Dengan nafsu sex yang meluap-luap, aku langsung jongkok dan segera aku arahkan mulutku pada memek Rasti yang tembem dan bebas jembut itu,

“ Slurppppppp…. Eummmm… Slurrrrrpppp, ” suara jilatanku pada memek Rasti.

Saat itu Rasti berdiri dengan kakinya yang melebar dan sedikit menekuk. Bisa dikatakan dia berdiri namun mengangkang. Aku jilati dan aku lumat vaginaya dengan penuh nafsu,

“ SSshhhh… Ouhhhhh… Mas…. Shhhhh…, ” desah Rasti nampak nikmat.

Saat itu menjilati dengan melihat kearah atas, yaitu kewajah Rasti. Nampak dia menikmati sekali jilatan dan hisapanku pada bibir vagina serta clitorisnya itu. Saat itu dia bahkan meremas kedua payudaranya sendiri sembari terus mendesah dan mendongakan kepalanya keatas. Melihat itu aku semakin bersemangat untuk memainkan vaginanya.

Jilatan dan hisapan bibirku memeknya membuat Rasti nampak tidak terkendali lagi. Dia meracau tidak karuan, disertai memeknya yang banker dengan lendir kawinya,

“ Mas, Ouhhhh… Ssssshhh… aku keluar Mas, Ahhhh… geli mas.. Ouhhh…, ” ucapnya seiring terus aku lumat vaginaya.

Rasti nampak sudah mendapat orgasme pertamanya. Pantas saja memeknya becek dan terasa asin sekali tadi, hha. Beberapa menit aku menjilati memeknya sampai pada akhirnya Rasti tidak kuat lagi,

“ Ma, udah Mas… Ahhh.. ayo cepetan kita ML aja, nanti keburu ada orang belanja.. Ouhhhh.., ” ucapnya dengan terus mendesah.

Mendengar itu, aku berfirkir, benar juga yah apa kata Rasti. Karena hal itu aku-pun segera duduk dilantai dengan kaki aku luruskan. Tanpa aku minta rasti sudah paham. Saat itu dia langsung saja jongkok diatas pangkuanku. Dengan penuh nafsu rasti meraih penisku dan memberi ludah pada penisku. Setelah itu dia langsung saja membenamkan penisku pada memeknya,

“ Euhhhhhhhhhhhhh… Ssssshhhh…, ” desah Rasti seiring masuknya penisku dalam vagina beceknya itu.

“ Kenapa sayang, enak yah, Ouhhhh…, ” tanyaku .

“ Iya Mas… Ahhhhhh…, ” jawabnya singkat lalu segera beraksi.

Kedua tangnya mulai merangkul leherku, dan mulailah dia bergoyang diatas penisku yang sudah tegak berdiri. Teroyaklah penisku oleh memek tembem milik Rasti. Walaupun sudah tidak peawan namun memek rasti benar-benar masih sempit dan menjepit. Digoyangnya memutar penisku oleh Rasti secara liar,

“ Ahhhh… terus sayang, enak sayang… Ouhhhh.., ” ucapku nikmat.

“ Hehehe… Iya Mas.., Ahhhh… Ahhh… Ahhh…, ”

Dia bergoyang dengan hebatnya saat itu. Penisku sungguh benar-benar terasa nikmat  sekali. Baru dengan Rasti aku temukan vagina senikmat dan sesempit ini. Memeknya serasa bisa menyedot dan menghimpit kuat sekali. Ouhhh… tak tahan lama-lama jika seperti ini aku. Terkadang dia naik turun, dan maju mundur  ketika ML denganku.

Terus digoyanglah penisku dengan memek sempit Rasti. Aku tak diam saja saat itu, sepanjang persetubuhan kami aku meremas payudara sesekali aku pelintir putting susu Rasti. Tak hanya itu aku juga menjilati leher dan telinganya secara terus menerus. Rasti dan aku nampak sama-sama terbakar  oelh nafsu birahi.

Memek Rasti semakin basah saja saat itu, hubungan sex kami tidak terasa sudah berlangsung selama 20 menit. Aku dan rasti berimbang, aku kuat dan rasti juga kuat dalam berhungan sex. Rasti melenggak lenggokan pinggulnya seiring vaginanya megiyak penisku. Dinding rahimnya yang lembut memberikan sensasi sex tersendiri.

Kira-kira 10 menit kemudian aku-pun emrasa akan orgasme,

Cerita Dewasa – “ Ras, aku mau keluar nih, cepetan lepas kontol aku dari memek kamu, Ouhhh.., ” ucapku.

“ Iya Mas, ”

Segera dia beralih dari pangkuanku, dan dia jongkok disampingku. Karena aku tidak mau spermaku bececeran kelantai maka aku-pun megarahkan penisku kedalam mulut Rasti. Dia yang sudah nampak tanggap, langsung saja dia membuka lebar mulutnya lalu dihisaplah penisku dengan lahapnya. Baru beberapa kali penisku dikulum,

“ Crutttttttttttttttttt…. Crutttttttttttttttttt…. Crutttttttttttttttttt…. Crutttttttttttttttttt….,”

Keluarlah semua spermaku didalam mulut Rasti. Dihisap dan ditelan spermaku dengan lahapnya tanpa rasa jijik sedikitpun. Mengingat kami ML di distro, kami-pun tidak bisa berlama-lama apalagi untuk bercita lagi. Segeralah kami membersihkan kelamin dan tubuh kami dengan bajuku secara bergantian.

Tidak masalah bajuku terkena pejuh ataupun keringat kami, toh tujuanku ke disti itu juga untuk membeli bajua dan celana baru, hhe. Korban baju dapet memek tembem gratis deh. Haahaha. Selesai memebersihkan diri, Rasti-pun memakai pakainya kembali. Setelah itu segeralah dia keluar dari kamar ganti.

Sedangkan aku saat itu masih didalam kamar ganti untuk berganti baju baru dan memasukan bajuku yang berlumur keringat,spermaku, dan lendir kawin Rasti kedalam tas kecilku. Singkat cerita sejak kejadian itu kami-pun menjalin hubungan asmara. Rasti dan aku yang sama-sama mempunyai nafsu sex besar sungguh merasa cocok.

Hubungan kami dihiasi dengan rasa sayang dan hubungan sex. Rasti memang benar-benar pemuas gairah sexsku, sebaliknya aku juga pemuas gairah sexsnya. Begitulah kisah sex nyata aku dan Rasti. Berawal dari menawarkan baju, sampai berakhir dengan menawarkan tubuhnya untukku, hhe. Nama dicerita ini aku samarkan demi privasi kami. Selesai.